Pantai Gapang

Weh, kurang lengkap rasanya bila tak
singgah di Pantai Gapang. Pantai ini berada
persis di pinggir jalan rtama,yang
menghubungkan Kota Sabang dan Tugu
Titik Nol Kilometer, di ujung barat pulau.
Pantai ini menjadi salah satu pantai
favorit wisatawan karena memiliki panorama
yang indah. Airnya dangkal. Terumbu karang dan
ikan hias warna-warni menjadi pemandangan
yang menarik untuk dinikmati.
Tak heran, tempat ini menjadi lokasi
sno rkeling y ang mengasyikkan.

Untuk mencapai Kabupaten Tapin cukup mudah

Semua prosesi tersebut menandakan betapa budaya yang hidup di Kabupaten Tapin lni mampu
menciptakan ikatan emosional antara suku Banjar dan Dayak, yang senantiasa harmonis, meski dengan pakaian yang berbeda. Menuju ke Kota Rantau, lbu kota Kabupaten Tapin, bisa melalui
Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang terletak di Kota Madya Banjarbaru. Dari bandara, bermobil
ke arah utara melalui .jalan Trans Kalimantan, melewati Kota Martapura yang terkenal sebagai penghasil intan. Dari Martapura menuju ke Kota Rantau ditempuh sekitar dua jam ataukurang lebih 70 kilometer.

Ritual Baayun Anak menjadi sebuah prosesi yang sangat unik

Ritual dimulai dengan membaca syair
Maulid, ceramah agama dan ditutup
dengan doa. Kemudian para habib,
ulama dan umara menepungtawari
(memberkati) peserta Baayun Anak
dengan diiringi pembacaan salawat
badar. Ritual Baayun Anak menjadi
sebuah prosesi yang sangat unik.
Manakala peserta yang ikut bukan
hanya anak-anak, tetapi juga orang
dewasa bahkan yang berusia lanjut.
Tujuannya pun beragam, ada yang
sekadar ikut-ikutan dan ada pula
karena niat khusus, yakni ingin
sembuh dari penyakit, membuang
sial, mencari berkah serta sebagai
ucapan syukur karena keinginannya terkabul.

Ritual budaya Baayun Anak

Kabupaten Tapin juga dikenal dengan keragaman wisata budaya. Salah satu yang menarik adalah prosesi dan ritual budaya Baayun Anak. Karena pelaksanaannya bertepatan dengan perayaan Maulid, maka upacara ini disebut juga Baayun Maulid. Baayun merupakan tradisi menidurkan anak dalam posisi didudukkan dalam ayunan. Ayunan
yang digunakan dibuat tiga lapis dengan kain sarigading (sasirangan) pada lapisan pertama, kain kuning pada lapisan kedua dan kain bahalai (sarung panjang tanpa sambungan) pada lapisan ketiga.

Gua Batuhapu

legenda, Gua Batuhapu ini diyakini sebagai Raden Penganten yang dikutuk oleh ibunya menjadi batu.
Selain gua, panorama alam yang juga sayang untuk dilewatkan adalah Gunung Lampinit. Gunung ini terletak di Kecamatan Bungur,15 kilometer dari Kota Rantau. Atau, kita bisa juga singgah ke obyek wisata Peranginan Ratu yang berada dl Kecamatan Lokpaikat.Jaraknya, sekitar 12 kilometer dari Kota Rantau. Peranginan Ratu adalah sebuah danau yang dikelilingi oleh pegunungan dengan aneka jenis
burung. Di saat matahari terbenam, suasananya menjadi sangat indah, dan pastinya eksotis.

Pacu Itiak di payakumbuh

Keunikan lain juga bisa dinikmati di etape kelima, yang dimulai dari Kotalkan Bilih Danau Singkarak
Payakumbuh. Di kota ini, ternyata tak hanya pembalap sepeda yang berlomba. ltik pun ikut adu pacu permainan tradisional, yang disebut Pacu
Itiak. Permainan yang sudah muncul beberapa abad lalu ini menjadi ikon pariwisata dan menjadi kebanggaan warga Payakumbuh. Turis lokal dan asing yang melancong ke Payakumbuh tak akan melewatkan lomba itik terbang yang berpacu hingga ketinggian 3.000 meter

Jam Gadang dibangun tanpa penyangga

Tak hanya Danau Singkarak, rute lain yang dilewati peserta Tour de Singkarak pun tak kalah indah. Di etape keenam, misalnya, saat peserta lomba
mengambil start di Jam Gadang, Kota Bukittinggi. Para pembalap dari mancanegara dibuat kagum dengan bangunan tua berbentuk jam besar,
yang sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda. Warga setempat percaya, jam besar atau gadang ini dibangun tanpa menggunakan penyangga

Ikan Bilih Didanau Singkarak

Bukan hanya indah, Danau Singkarak pun memiliki keunikan yang tak dimiliki danau-danau lain di lndonesia, yaitu ikan bilih. lkan yang rasanya
gurih, jika digoreng kering, ini hanya bisa hidup di Danau Singkarak dan tak bisa bertahan hidup di daerah lain” Karena itu, tak lengkap rasanya
jika tak membawa oleh-oleh ikan bilih kering setelah mengitari Danau Singkarak
nan memikat.

Danau Singkarak Membentang di antara dua kabupaten, yakni Solok dan Tanah Datar

Sesuai dengan namanya, Danau Singkarak menjadi salah satu destinasi yang dilalui para pembalap yang
mengikuti lomba. Membentang di antara dua kabupaten, yakni Solok dan Tanah Datar, danau terluas kedua di Pulau Sumatera setelah Danau Toba
ini memberi suasana tenang bagi tiap orang yang melewatinya. Soal keindahan danau, tak usah ditanya lagi. Sejauh mata memandang, elok alam
terpampang di danau yang luasnya mencapai 1.000 hektare ini.